Website Resmi Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun

Email dipertakankabmdn@gmail.com
Kontak (0351) 462953
Lokasi Jalan Dr. Soetomo 25 Madiun
  • Home
  • /
  • KUNJUNGAN KEMENTAN KE BPP WUNGU KABUPATEN MADIUN

KUNJUNGAN KEMENTAN KE BPP WUNGU KABUPATEN MADIUN

diperkan.madiunkab.go.id – Kementerian pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM pertanian (BPPSDMP) beserta rombongan berkunjung ke BPP Konstratani Wungu, kamis (17/9). Hal ini disambut dengan penuh optimis dan diharapkan kunjungan ini bisa berdampak positif buat pertanian di Madiun.

Hal tersebut di sampaikan Kepala Dinas Pertanian Madiun, Sodik Heri Purnomo, S.Si ” Kita berharap kedatangan Kepala BPPSDMP kementan bisa memberi ramuan buat pertanian kita ke depan. Sektor yang sudah bagus menjadi bagus lagi, dan yang sudah sehat makin beringas lagi. Untuk itu kita ucapkan sugeng rawuh di Kabupaten Madiun, khususnya di BPP Wungu yang insyaAlloh lebih representatif dari BPP yang lain.”

”Dulu saya punya moto Maju Bersama Hebat Semua, saya juga ingin moto ini dibawa agar semua insan pertanian siapapun itu maju bareng. Tapi untuk hebat, indikatornya sederhana banget, yaitu NTP atau nilai tukar petani. NTP merupakan indikator yang ingin saya capai. NTP itu mengindikasikan nilai kesejahteraan petani, ini yang mau kita raih bersama. Sehingga petani kami kedepannya makin senang makin bahagia bersama,” katanya.

Sementara Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi dalam sambutannya menyampaikan pembangunan pertanian harus diawali dari pembangunan petani, poktan, gapoktan, petani milenial, KWT, termasuk juga para penyuluh.

Di negara negara yang sudah maju pertaniannya, seperti Amerika, Korea, China, Taiwan, Jepang, ternyata penyuluh di sana sebagai moderator. Mereka tidak memberikan penyuluhan seperti kita, yang berdiskusi adalah para peternak, dan diskusinya itu sambil menujukan keluhan para peternak,” katanya.

Menurutnya, hal itu memperlihatkan kedekatan penyuluh dengan petani begitu hebatnya.

“Sekali lagi saya menyampaikan keberhasilan pertanian itu diawali kebangkitan petani dengan penyuluhnya, begitu juga di Taiwan petani itu mengelola lahan dari hulu sampe hilir, mulai mengolah tanah, tanam, packaging, jual, sampai ekspor. Semua dikelola oleh farmer association, kalau dikita namanya Poktan,” katanya.